Nasi Opor di Kudus

Pada waktu perjalanan dinas ke Semarang, kebetulan sempat ke Kudus juga. Kudus mengalami kebanjiran sebelum saya ke sana, dan jalan utamanya sedang diperbaiki.

Kalau Kudus, saya harus makan Soto Kudus yang asli. Soto adalah masakan Indonesia terfavorite buat saya. Dalam berbagai soto, topnya soto kudus buat saya.

Namun, karena saya makan Soto Ayam Bangong di Semarang tadi malam, maka sopir saya usul untuk makan opor ayam. Opor ayam ini dengan ayam yang dipotong-potong, dan rasanya enak, katanya.

Namanya Nasi Opor Sunggingan. Tempatnya sederhana dan tentu non-AC.
Inilah Nasi Opor. Betul, ayamnya telah dipotong-potong, bersama tempe dan tahu. Ada yang hijau sebelah kanan. Ini untuk apa?

Ini adalah sendok alam. Tentu, rumah makan ini ada sendok dan galpu, tapi pakai sendok alam ini rasanya enak juga ya.

Namun, saya tidak mau selesai makan siang dengan nasi opor ini. Harus makan Soto Kudus yang asli. Maka, menuju makan siang kedua.

Coklat Sulawesi oleh Pencinta Coklat Jepang

Coklat Sulawesi tidak lagi dianggap sebagai coklat murahan dan bermutu rendah. Teman saya, Mr. Yoshino, president director Dari K inc. in Kyoto, Jepang, membuat coklat yang bermutu tinggi, mahal dan sangat enak. Ini sudah dinikmati oleh masyarakat Jepang.

Dari K (in English)

Bahan bakunya 100 persen coklat dari Sulawesi, ambil dari petani kakao di Polewli, Sulawesi Barat. Kakaonya penuh fermentasi dan disiapkan untuk Dari K. Menurut Mr. Yoshino, awalnya para petani sulit menerima tawaran untuk menyediakan kakao fermentasi. Namun, sedikit demi sedikit mereka mamahami.

Para petani sudah tahu hasil kakao mereka menjadi apa. Sudah tahu coklat buatan Dari K yang dinikmati oleh masyarakat Jepang itu bentuknya bagaimana. Akhirnya, para petani juga mencoba bikin produk olahan kakao sendiri seperti minuman coklat sederhana di Polewali.

Mr. Yoshino pernah menawarkan produk coklatnya yang terdiri dari 100 persen kakao Indonesia untuk salah satu perusahaan penerbangan BUMN Indonesia sebagai makanan kecil executive classnya, namun ditolak. Sayang sekali, ini made in Indonesia, berbeda seperti godiva yang bukan made in Indonesia.

Mr. Yoshino memiliki rencana memdirikan pabrik pengolahan coklat di Sulawesi. Pada masa akan datang dia bermimpi mengembangkan chocolatier orang Indonesia yang dapat membuat coklat bermutu tinggi dan membuka outlet Dari K di Sulawesi oleh chocolatier Indonesia.

Semoga mewujudkan mempi Mr. Yoshino dan Dari K untuk meningkatkan nama baik dan kebangaan Sulawesi.

Silahkan membaca artikel berikut ini juga. Ini ditulis oleh teman saya, Pak Richard.

 Coklat Sulawesi Masuki Pasar Jepang

1 8 9 10