Kami Membantu Studi Banding dari Indonesia ke Jepang

Kepada Bapak/Ibu di perusahaan, pemerintah daerah, perguruan tinggi dll, saya membantu studi banding Bapak/Ibu dari Indonesia ke Jepang !

Kami berkonsultasi dengan Bapak/Ibu tentang tujuan kunjungan (terutama kota/desa mana di Jepang), jadwal, transportasi, tempat menginap, perdampingan, penerjemah dan macam-macam terkaitan dengan kunjungan ke Jepang.

Kami bisa menerima “perencanaan, kontak dengan pihak Jepang, perdampingan sekaligus penerjemah pada rombongan di Jepang, dan diskusi selama di Jepang” sebagai satu paket konsultasi.

Kami bisa mencari dan membawa rombongan Bapak/Ibu ke kota lokal di Jepang yang cocok sebagai tujuan kunjungan.

Jika ada yang berminat, silahkan kontak saya lewat message atau email.

 

30 April 2017 di Fukushima

Pada tanggal 30 April, tamu pertama untuk Matsui Glocal LLC di Fukushima adalah teman baik saya, Ibu Lily Yulianti, seorang penulis dan jurnalis Indonesia, dan penyelenggara Makassar International Writers Festival (MIWF) sejak 2011. Lily bertemu Mr. Ryoichi Wago, seorang penyair di Fukushima, untuk membahas tentang Sastra Kontemporer Jepang setelah bencana Gempa Bumi dan Tsunami Jepang Timur di 2011.

Ide Pembuatan Media Info Baru Indonesia-Jepang

Selama ini, bisa dikatakan bahwa orang Jepang mendapat informasi tentang Indonesia dari orang Jepang. Sama juga, orang Indonesia mendapat informasi tentang Jepang dari orang Indonesia.

Akibatnya, sebagian besar informasi tentang Indonesia yang diberikan kepada masyarakat Jepang umumnya tentang Jakarta dan Bali. Ada juga orang Jepang yang berpikir Bali tidak di Indonesia. Misalnya, ada buku panduan wisata satu Indonesia, satu Bali. Sedangkan, sebagian besar masyarakat Jepang belum tahu apa-apa tentang Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan daerah-daerah lain.

Belum tahu juga tentang sejarah Indonesia yang mempengaruhi keadaan politik saat ini. Imej tentang agama terutama Islam juga masih minim. Sebagian masyarakat Jepang belum membiasakan pergaulan dengan kaum muslim. Sering takut sama agama Islam karena ada imej kekerasaan dan terorisme.

Mungkin ini karena masyarakat Jepang mendapat informasi tentang Indonesia lewat kacamata orang Jepang, termasuk saya. Saya sendiri sudah hampir 30 tahun bergaul dengan Indonesia, namun belum mengerti betul tentang berbagai hal mengenai Indonesia. Justru, makin bergaul Indonesia, makin sulit memahaminya. Tentu saja, karena saya orang asing di Indonesia, tidak mungkin memahami Indonesia.

Sebaliknya, bagaimana masyarakat Indonesia tentang pemahaman Jepang? Saya sering dengar bahwa orang Jepang berdisiplin, kotanya bersih, dan orangnya ramah. Mungkin ini sudah semacam stereo-tipe. Namun, apakah informasi tentang Jepang di Indoensia sudah cukup? Seperti saya tentang Indonesia, mungkin ada yang sudah lama bergaul dengan masyarakat Jepang, tapi apakah dia bisa menyatakan sudah paham betul tentang Jepang?

Mungkin ada dua kotak. Satu kotak diisi oleh orang Jepang saja. Kotak lain diisi oleh orang Indonesia saja. Antara dua kotak tersebut belum banyak berkomunikasi.

Maka, masyarakat Jepang belum yakin tentang kebenaran informasi tentang Indonesia yang diberikan oleh orang Jepang. Sebaliknya, masyarakat Indonesia belum tentu bisa percaya kebenaran informasi tentang Jepang yang diberikan lewat orang Indonesia.

Solusinya? Campur dua kotak tersebut, dan membuat dua kotak yang baru.

Satu kotak tentang informasi Indonesia yang diberikan oleh orang Jepang dan orang Indonesia, mungkin dengan Bahasa Jepang. Sedangkan, satu kotak lainnya tentang informasi Jepang yang diberikan oleh orang Indonesia dan orang Jepang, mungkin dengan Bahasa Indonesia. Dengan demikian, kebenaran informasinya bisa dicek bersama orang Indonesia dan orang Jepang. Maka, apa boleh buat, keduanya harus berkomunikasi.

Saya ingin membuat dua jenis Media Info tersebut. Yaitu, Media Info tentang Indonesia dengan Bahasa Jepang, dan Media Info tentang Jepang dengan Bahasa Indonesia. Dua-duanya perlu ada keterlibatan antara orang Indonesia dan orang Jepang.

Kita perlu sadar bahwa saya sendiri belum tahu banyak tentang Jepang (dan Indonesia). Teman-teman orang Indonesia juga belu tentu mengerti tentang Indonesia (dan Jepang).

Dengan kesadaran ini, kita perlu berupaya ingin saling memahami untuk hubungan yang kuat dan dalam. Ini akan menjadi fondasi yang kuat antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Jepang, yang akan diteruskan kepada generasi penurusnya.

Pasti ada teman-teman Indonesia yang ingin bertanya berbagai hal tentang Jepang kepada masyarakat Jepang, atau yang ingin menyampaikan sesuatu tentang kehidupan daerah di Indoensia kepada masyarakat Jepang.

Teman-teman Jepang juga demikian. Mereka ingin masyarakat Indonesia lebih memahami berbagai hal tentang Jepang.

Jika ada yang ingin ikut serta “proyek” dua Media Info ini, mohon beritahukan kepada saya dengan email (ke matsui@matsui-glocal ) atau dengan inbox FB. Semoga ada teman-teman yang berminat untuk membuat fondasi ini.

Pendirian Matsui Glocal LLC

Hari ini (tanggal 11 April 2017), saya melakukan permohonan registrasi pendirian badan hukum kepada Kantor Hukum Daerah Fukushima, Fukushima, Jepang. Dengan ini, hari ini menjadi hari pendirian Matsui Glocal LLC secara resmi.

Selama ini, saya bergerak atas nama ‘Matsui Glocal’ namun ini hanya nama panggiran kegiatan saya dan status saya sebenarnya freelance. Namun sesudah hari ini, Matsui Glocal menjadi badan hukum sebagai Matsui Glocal LLC (Limited Liability Company). Matsui Glocal LLC tidak memiliki karyawan kecuali saya.

Menurut Kantor Hukum Daerah Fukushima, prosedur registrasi tersebut akan selesai pada tanggal 20 April 2017. Maka, aktivitas riil akan mulai sejak itu. Saya akan mempersiapkan berbagai hal untuk aktivitas yang akan datang.

Tujuan di dalam Anggaran Dasar Matsui Glocal LLC adalah:

  1. Riset, nasihat dan consulting tentang pengembangan daerah/lokal
  2. Riset, nasihat dan consulting tentang pengembangan bisnis
  3. Riset, nasihat dan consulting tentang kerjasama internasional
  4. Interaksi dan kolaborasi terkait pengembangan daerah/lokal, pengembangan bisnis dan kerjasama internasional
  5. Riset, analisa, pengolahan informasi dan promosi tentang Indonesia
  6. Pengelolaan, kuliah dan fasilitasi seminar, loka karya, pelatihan dan rapat

Misi saya adalah “Menjadi katalisator yang menciptakan sesuatu yang baru dan baik dengan menyambung antara lokal dan lokal”. Maka, saya merasa kegiatan saya harus berakal di lokal. Dengan demikian, saya mendirikan perusahaan saya Matsui Glocal LLC di Fukushima, kota yang saya lahir. Wacana ini lama tersimpang sejak dulu.

Fukushima menjadi basis utama kegiatan saya. Tokyo, Makassar, Jakarta dan tempat-tempat lain di dunia sebagai basis yang lain. Saya akan beraktivitas seperti selama ini dan mau bekerja kegiatan yang saya diperlukan di tempat yang saya dibutuhkan.

Masing-masing lokal termasuk Fukushima berupaya meningkatkan kemampuannya, saling menghormatinya, saling belajar/mengajarnya, dan melakukan aktivitasnya. Jika ini terwujud, masa depan kita pasti akan lebih hangat, lebih senang, dan lebih tertarik.

Saya mulai dari Fukushima. Dengan Matsui Glocal LLC ini, saya ingin membuat teman-teman sepaham dan mulai perjalanan untuk menciptakan masa depan bersama-sama.

 

[Kue Jepang] Komaru Furai dari Kyoto

Hari ini saya mengunjungi suatu perusahaan kecil, Kowa Kogyo, di Osaka, Jepang. Perusahaan Kowa Kogyo ini membuat mesin pembuatan kue, termasuk extruder yang bubuk apa pun menjadi kue yang kayaknya kerupuk.

Di perusahaan ini, saya menemu suatu kue Jepang yang bernama “Komaru Furai”, buatan Miyata Sweets Production Company in Kyoto. Miyata Company pakai mesin extruder buatan Kowa Kogyo.

2015-07-31 15.03.40

“Komaru Furai”. Enak sekali.

“Komaru Furai” ini sepertinya kerupuk lunak dengan kacang. Rasanya gurih dengan mentega dan kacangnya sedikit asin. Kombinasi kedua rasa ini sangat cocok.

Menurut Kowa Kogyo, tamu-tamu orang Indonesia suka makan “Komaru Furai” ini dan sulit berhenti makan ini. Maksudnya, mereka makan terus kue snak ini.

 

Saya yakin “Komaru Furai” ini pasti memuaskan lidah orang Indonesia.

Sayang, kue ini tidak dijual di toko-toko suvenir di Kyoto dan Osaka, tapi dijual di supermarket lokal biasa. Kue ini punya sejarah lama namun masyarakat Jepang mulai lupa keberadaannya.

Jika ada yang mau coba, silahkan kontak Miyata Company yang berikut ini.

 

Miyata Sweets Production Company: 16 Uzumasa-Morigamae cho, Ukyo-ku, Kyoto. Phone: +81-75-861-0924

 

Symposium on Indonesia – Japan New Partnership (28 Jan)

“Symposium on Indonesia – Japan New Partnership”, 28 Januari 2015, di Hotel Borobudur Jakarta, akan diselenggarakan oleh METI, Jepang.

Symposium

Saya akan bertugas sebagai moderator di dalam Bidang Ekonomi dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang.

Rerefnsi: http://sp.nikkan.co.jp/jepang/index.html

Semoga ada manfaat untuk menciptakan fondasi dasar untuk masa depan antara hubungan Indoensia – Jepang. Saya usahakan memamerkan diskusi yang menarik.

Business Matching di Sheraton Surabaya (12 Januari 2015)

Bersama ini saya informasikan akan mengadakan Business Matching Event dengan perusahaan Jepang dari Ehime Prefecture di Sheraton Surabaya pada tanggal 12 Januari 2015. Silahkan klik rincian di bawah ini.

– Leaflet-BusinessMatching-Ehime_12Jan2015

– Ehime_CompanyProfiles

Kali ini ada perusahaan yang memiliki teknologi yang berguna untuk pengolahan makanan dan minuman. Misalnya:

1. Takenaka Wire Cloth Co. Ltd. memiliki jaring kawat dengan presisi tinggi yang bisa digunakan perusahaan yang membutuhkan bubuk yang sangat halus.

2. Hagio High Pressure Containers Co. Ltd. memiliki teknologi tahan sangat lama roda velt-conveyor yang digunakan di dalam pabrik pengolahan makanan dan minuman.

3. Top System Co. Ltd. memiliki sistem pengelolaan teknologi untuk mesin-mesin produk makanan dan obat.

4. Aiken Kakoki memiliki teknologi pengolahan rimbah secara canggih dari pabrik makanan dan minuman.

Saya mohon pihak Bapak/Ibu menyebar informasi dan leaflet yang terlampir kepada UMKM Makanan dan Minuman.

Semoga event ini ada manfaatnya untuk mengembangkan UMKM Makanan dan Minuman di Jatim.

 

1 4 5 6