Business Trip to Cianjur, 8-9 October 2019

We visited Cianjur, West Java, in 8-9 October 2019 with mission from local government of Minakami town, Japan, to prepare JICA Grass-root Cooperation Project on agro-tourism next year.

Kami mengunjungi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada tanggal 8-9 Oktober 2019 bersama rombongan Pemkot Minakami, Jepang, untuk persiapan Proyek Kerjasama Akar Rumput tentang agrowisata yang akan mulai tahun 2020..

2020年度実施を検討しているアグロツーリズムに関するJICA草の根協力事業(地域活性化枠)の準備のため、みなかみ町職員2名とともに、2019年10月8~9日、西ジャワ州チアンジュール県を訪問しました。

Guest Lecture / Kuliah Tamu / 特別講義(Kendari, 4 October 2019)

In 4 October 2019, we gave a guest lecture in Southeast Sulawesi University with the title “Business for Social Welfare”.

Pada tanggal 4 Oktober 2019, kami kasih kuliah tamu di Universitas Sulawesi Tenggara, Kendari, dengan judul “Kewirausahaan untuk Kesejahteraan Masyarakat”.

2019年10月4日、クンダリの東南スラウェシ大学にて、「社会福祉のためのビジネス」と題した特別講義をインドネシア語で行いました。

Permohonan Toroku Shien Kikan ditolak

Maaf, kami tidak menjadi Toroku Shien Kikan.

Beberapa hari yang lalu, kami menerima Surat Penolakan Registrasi Toroku Shien Kikan dari Kantor Imigrasi Sendai. Alasannya, kami dianggap belum siap menjadi instansi tersebut, menurut UU Pengelolaan Imigrasi Pasal 19 (26) -1 – 14.

Menurut seorang staf Kantor Imigrasi, kami tidak terlihat pengalaman yang menangani urusan orang asing karena belum ada bukti transaksi uang berdasar invoice dan kuitansi. Memang, selama ini, kami melayani konsultasi dan memberi nasihat/bantuan kepada teman-teman yang berminat bekerja di Jepang tanpa dibayar atau secara sukarela.

Oleh karena itu, kami mohon teman-teman yang berminat Tokutei Ginou agar mencari Toroku Shien Kikan lain jika mau mencari peluang bekerja di Jepang. Dari kacamata Kantor Imigrasi Jepang, mereka jauh lebih bagus daripada kami yang memberikan pelayanan dan nasihat selama ini.

Mohon maaf karena kami tidak boleh berfungsi sebagai Toroku Shien Kikan. Namun, kami tetap memberikan informasi/nasihat tentang Ginou Jisshuu dan Tokutei Ginou supaya teman-teman dari Indonesia mewujudkan mimpi kehidupannya di Jepang dan Indonesia.

Demikian dan terima kasih atas perhatian dan pengertiannya.

Visit Minakami town / みなかみ町を訪問(15 August 2019)

In 15 August, 2019, we had a meeting with local government of Minakami town to discuss about preparation of JICA grass-roots program on agrotourism.

Pada tanggal 15 Agustus 2019, kami mengadakan rapat dengan Pemda kota Minakami untuk diskusi tentang persiapan program JICA tentang wisata agro.

2019年8月15日は、みなかみ町を訪問し、JICA草の根事業の準備について、町役場と話し合いを行いました。

Bersama Seniman Australia di Fukushima, 9-11 Agustus 2019

Pada tanggal 9-11 Agustus 2019, dengan undangan dari Mr. Ryoichi Wago, seorang penyair yang berbasis di Fukushima, kami mendapat kesempatan untuk bertemu dan berkomunikasi dengan tim seniman pertunjukan Australia yang mengunjungi desa Iitate, Fukushima, untuk menciptakan seni pertunjukan mereka bersama masyarakat setempat.

Mr. Wago dan para artis Australia mengadakan acara seni pertunjukan kolaboratif yang sangat menarik di Museum Seni Kota Iwaki pada 10 Agustus 2019, dengan judul “Fukushima untuk mencari cahaya baru”.

Hari berikutnya (11 Agustus 2019), mereka memiliki acara seni pertunjukan lainnya di Yamatsumi shrine di desa Iitate dengan kolaborasi antara tari, perkusi, dan membaca puisi. Tema acara ini adalah gambar serigala di plafonnya. Ada 242 macam gambar serigala, yang direhabilitasi oleh tim Universitas Seni Tokyo setelah gedung shrinenya terbakar pada tahun 2013.

Ini adalah kesempatan yang sangat mengesankan dan kami merasa seperti gemetar rohnya dengan seni pertunjukan mereka. Kami sangat beruntung bertemu dengan seni pertunjukan ini yang tidak bisa berulang yang sama dan hanya satu kali pertunjukannya karena permainan improvisasi. Kami memiliki banyak wawasan yang mendalam dan tulus dari pengalaman ini untuk berpikir tentang peran seni untuk pengembangan masyarakat lokal.

Perjalanan Dinas ke Sulawesi & Jakarta (4-7 Agustus 2019)

Kami mengunjungi Sulawesi Selatan (Wajo dan Makassar) dan Jakarta bersama tim Pemda Prefektur Ishikawa, Jepang, untuk meninjau situasi pertanian saat ini. Prefektur Ishikawa berencana mengusulkan beberapa program kerjasama dalam pengembangan pertanian dalam jangka panjang terhadap Pemkab Wajo.

Prefektur Ishikawa mengharapkan berkontribusi untuk mekanisasi pertanian, pelatihan petani, dan peningkatan pendapatan petani.

Mengunjungi Padang untuk diskusi dengan LPK (1-2 Agustus 2019)

Pada tanggal 1-2 Agustus, kami mendiskusikan dengan suatu LPK di Padang tentang kerjasama masa depan. Kami telah sepakat arah fokus ke satu ketrampilan/teknik dulu dan mengirim pemagang ke Jepang untuk belajar ketrampilan/teknik tersbut agar mereka menjadi SDM yang benar-benar keterampilan/tekniknya dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke Indonesia.

Mengunjungi Kota Ishikari, Hokkaido (3-4 Juli 2019)

Pada tanggal 3-4 Juli 2019, kami mengunjungi kota Ishikari, Hokkaido, bersama Bapak Ahmad Sarita dari LPK Bhumi Ika Nuswantara dan International Relations Organizaiton (IRO) untuk membahas tentang kerjasama program magang teknis dengan kota Ishikari. Dan kami mengunjungi wilayah pelabuhan baru Ishikari juga.

LPK Bhumi Ika Nuswantara saat ini bersiap-siap mengirim dua pemagang perawat dari Indonesia ke pusat perawatan untuk orang yang tua di kota Ishikari. Dalam diskusi kami, kami memahami bahwa banyak perusahaan di sana terutama di sektor manufaktur juga membutuhkan banyak pemagang teknis.

Untungnya, kami dapat bertemu dengan pejabat-pejabat Pemkot Ishikari dan organisasi pengendali magang seperti IRO yang tulus dan serius untuk menangani program magang teknis tidak hanya untuk mengisi kekurangan personil saja tetapi juga untuk memanfaatkan demi pembangunan lokal/masyarakat yang hidup dan bahagia.

Dalam arti ini, kita akan bekerja sama bersama untuk menyadari program magang teknis dalam arti sebenarnya. Kami akan menjadi agen LPK Bhumi Ika Nuswantara di Jepang.

Kami ingin membuat contoh program magang teknis sejati dengan dikaitkan dengan pembangunan lokal/masyarakat di Jepang dan Indonesia, satu persatu.

MoU tentang Tokutei Ginou sudah ditandatangani, 25 Juni 2019

MoU tentang Pekerja Berketampilan Spesifik (PBS) atau Tokutei Ginou sudah ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang pada tanggal 26 Juni 2019.

Anda dapat membaca teks asli MoU dalam bahasa Inggris, Indonesia dan Jepang dari situs yang berikut:

Bahasa Inggris: https://www.mofa.go.jp/mofaj/files/000492333.pdf
Bahasa Indonesia: https://www.mofa.go.jp/mofaj/files/000492335.pdf
Bahasa Jepang: https://www.mofa.go.jp/mofaj/files/000492327.pdf

Menurut MoU ini, organisasi penerima (OP/AO) atau perusahaan Jepang mendaftar di IPKOL (Informasi Pasar Buruh Terkomputarisasi dalam Jaringan di Indonesia) untuk mempublikasikan lowongan kerja dan menerima basis data calon pekerja berketerampilan spesifik (PBS) di Indonesia.

Calon PBS hanya memasukan datanya di IPKOL. Tidak perlu melalui LPK. Pemerintah Indonesia akan menginformasikan cara memasukan data oleh calon PBS.

Pokoknya, mohon membaca teks asli MoU secara saksama.

Berpartisipasi pada Makassar International Writers Festival 2019

Seperti setiap tahun, kami mensponsori dan berpartisipasi dalam Makassar International Writers Festival (MIWF) pada tanggal 26-29 Juni 2019.
MIWF dimulai pada tahun 2011 sebagai festival berorientasi orang-orang biasa dengan pertemuan penulis/penyair dalam dan luar negeri dengan banyak jenis sesi yang metarik untuk menyajikan buku-buku baru oleh penulisnya atau membahas tentang berbagai topik terkait sejarah, masalah saat ini, dan tantangan masa depan untuk kehidupan masyarakat kita.

Di MIWF 2019 kali ini, kami mengadakan sesi tentang Kikigaki (mendengarkan dan menulis) seperti yang berjudul “Story Telling, Disaster and Resilience”. Kami mengundang Prof. Motoko Shimagami (Univ Ehime) sebagai koordinator transfer program Kikigaki yang asli dari Jepang ke Indonesia, Dr. Zaenal Abidin (IPB) sebagai Koordinator Program Kikigaki di Indonesia, Ibu Risna Abbas (Guru SMAN 2 Banawá, Donggala) sebagai pendidik untuk kelompok Kikigaki di SMAnya, Dr. Lilan Dama (LPPM UNG) sebagai koordinator di Gorontalo, dan tiga peserta program Kikigaki (Mr. Reza, Ms. Fira, dan Ms. Putri).

Dalam sesi kami, kami memperkenalkan Kikigaki dengan fokus bagaimana Kikigaki berbeda dari wawancara biasa dan pendengaran. Tiga peserta program Kikigaki menceritakan pengalaman mereka dan perubahan mereka sendiri melalui program Kikigaki.

Selama sesi Kikigaki, kami bisa mempersembahkan makna dan pentingnya Kikigaki untuk indonesia dalam konteks konservasi lingkungan, kearifan lokal, dan pembentukan kepercayaan antara generasi.

Kami ingin mengucapkan terima kasih untuk MIWF 2019 dan Ms. Lily Yulianti sebagai Ketua Koordinator MIWF ini untuk memberi kami kesempatan yang sangat baik untuk membahas tentang program Kikigaki dengan banyak peserta MIWF.

1 2 3 12