Mengunjungi Payakumbuh bersama LPK AKARA

Kami mengunjungi Payakumbuh pada tanggal 21-23 Juni 2019 bersama LPK AKARA untuk melihat pelatihan calon peserta program magang ke Jepang. Ada sekitar 30 siswa/i sedang belajar bahasa Jepang yang dasar. Kami berdialog dengan mereka dan memberikan ceramah untuk mendorong motivasi mereka.

Kami juga bertemu Wakil Walikota Payakumbuh dan membahas tentang keadaan ekonomi dan sosial saat ini, arah pembangunan, dan strategi pengembangan sumber daya manusia. Kami mencoba menghubungkan program magang ke Jepang dengan arah dan strategi Kota Payakumbuh.

Mengikuti Konferensi JASID, 15 Juni 2019

Saya mengikuti Konferensi Musim Semi ke-20 Japan Society for International Development (JASID) di kota Rikuzen-Takata, Prefektur Iwate, pada tanggal 15 Juni 2019.

Rikuzen-Takata adalah salah satu kota yang mengalami musibah terbesar dari gempa dan tsunami Jepang Timur pada tanggal 11 Maret 2011. Hampir semua pusat kota benar-benar menghilang dan lenyap oleh lebih dari 15 meter-tinggi tsunami hanya untuk sementara waktu. Sekarang, Rikuzen-Takata telah mencoba membangun kota baru di atas wilayah kota lama yang hilang bersama rasa kesedihan yang mendalam dengan berdoa untuk banyak warga korban.

Apa yang bisa kita lakukan sebagai ahli pengembangan internasional? Belajar apa dari tragedi bencana ini? Kami mengakui bahwa rekonstruksi fisik saja tidak cukup. Kita perlu mengingat kenangan kehidupan warga di sana dan tetap bersama mereka untuk mendukung menciptakan harapan untuk masa depan.

Ini adalah momen yang sangat baik bagi kita untuk memikirkan kembali tentang arti pembangunan. Kami mengingatkan kembali bahwa basis pembangunan ada di lokal dan penting bagi kami untuk berpikir jaringan lokal-to-lokal.

Bersedia menjadi Konsultan/Perwakilan di Jepang untuk LPK/P3MI/PJTKI

Matsui Glocal LLC bersedia menjadi konsultan dan perwakilan/agen di Jepang terhadap LPK atau P3MI/PJTKI dari Indonesia. Misalnya, kami mungkin berperan seperti yang berikut:

1. Penghubung dengan klien di Jepang yang sudah ada atau mencari calon klien di Jepang
2. Mengikuti dan menganalisis informasi tentang kebijakan keimigrasian Jepang tentang visa magang, Tokutei Ginou, pelajar dll.
3. Konsultasi dan investigasi secara rinci tentang jenis kerja di dalam 14 sektor Tokutei Ginou
4. Memberikan nasihat dan monitoring terhadap LPK atau P3MI/PJTKI, berdasar dari aturan main peraturan dan UU di Jepang

Jika ada yang berminat, mohon menghubungi kami lewat FB direct message atau email ke matsui@matsui-glocal.com, dengan informasi atau profile LPK atau P3MI/PJTKI tersebut.

Sebelum bikin kontrak, kami secara langsung harus mengunjungi LPK atau P3MI/PJTKI tersebut dan bertemu dengan penanggungjawabnya. Kontrak ini berbasis bisnis.

Mengikuti Grameen-Sunpower Social Business Startup Tour di Bangladesh

Pada tanggal 5-9 Mei 2019, kami berpartisipasi dalam Grameen-Sunpower Social Business Startup Tour, yang diselenggarakan oleh Sunpower Co. Ltd. dan Grameen Group, dan mengunjungi Bangladesh untuk pertama kalinya.

Tur ini adalah tur yang bertujuan untuk membuat pemicu UKM Jepang untuk memulai bisnis sosial di luar negeri. Sunpower Co. Ltd. telah memiliki usaha bisnis sosial, bisnis daur ualang ban bekas dan bengkel mobil, di Bangladesh bersama Grameen Group yang memiliki Grameen Bank yang terkenal di dunia dll.

Dalam kesempatan kali ini kami dapat mengunjungi banyak perusahaan di bawah Grameen Group dan lapangan situs aktivitasnya dalam jangka waktu yang singkat. Ini menjadi kesempatan berharga buat kami untuk berpikir ulang tentang arahan kegiatan kami terkait bisnis sosial masa akan datang.

Karena Bangladesh yang memiliki jumlah penduduk hampir 200 juta orang, ada alasan mengapa membutuhkan bisnis sosial. Namun, metode dan esensi bisnis sosial ini kiranya dapat dipergunakan di Jepang saat ini.

Juga, itu juga kesempatan untuk mempertimbangkan kembali peran komunitas dalam bisnis sosial. Kami juga belajar bagaimana menfasilitasi bisnis komunitas di Jepang, Indonesia, dan tempat lain di dunia. Kiatnya, harus mapan dulu sebagai bisnis sebelum mendorong bisnis sosial.

Dan sangat untungnya, kami dapat bertemu Dr. Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank, meskipun dalam waktu yang singkat. Kami benar-benar mengingatkan diri apa yang disampaikan oleh Dr. Yunus, yaitu, begitu pentingnya berpikir dari realita lapangan untuk menangkap masalah sosial yang perlu dipecahkan, dan mimpi dan keyakinan terhadap masa depan yang lebih baik untuk manusia.

Kami ingin berterima kasih kepada Sunpower Co. Ltd. dan Grameen Group untuk menyelenggarakan kesempatan seperti itu. Jika memungkinkan, kami berharap hubungan kita akan terus berlanjut dan menciptakan sesuatu yang baru bersama pada masa akan datang.

Memberikan 3 kuliah di Universitas Brawijaya, Malang (29 April-2 Mei 2019)

Saya mendapat kesempatan untuk memberikan tiga kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, di Malang, Indonesia. Semua kuliah dalam bahasa Indonesia.

Topik kuliah adalah sebagai berikut:

– Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah: Negatf dan Positif (29 April 2019)
– Sejarah Pembangunan Ekonomi Modern Jepang: Perbandingan dengan Indonesia (30 April 2019)
– Strategi Pengembangan Daerah: Pendekatan Gerakan OVOP (One Village One Product Movement) untuk konteks Pembangunan Daerah Indonesia (2 Mei 2019)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, melakukan ‘3 in 1 program’, seri kuliah gabungan dosen dari Universitas Brawijaya, sektor swasta dan negara asing. Kali ini adalah kuliah pertama oleh dosen tamu asing dalam program ini.

Sekitar 150 siswa telah menghadiri seri kuliah saya dan saya menerima beberapa pertanyaan menarik dan komentar tentang isi kuliah saya. Pengalaman yang sangat berharga bagi saya untuk memberikan seri kuliah dalam bahasa Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.

Menjelaskan Informasi Tokutei Ginou di Semarang (22 April 2019)

Pada tanggal 22 April 2019, saya punya kesempatan untuk menjelaskan tentang status penduduk baru ‘Tokutei Ginou (ketrampilan spesifik)’ di Jepang kepada ex kenshusei / pemagang di Semarang.

Meskipun status tersebut dimulai di bawah UU Imigrasi yang direvisi di Jepang, perusahaan Jepang yang mau menerima pekerja Tokutei Ginou dan Touroku Shien Kikan (Agen dukungan terdaftar) sekarang masih dalam pemeriksaan sampai Juni nanti oleh Biro Pelayanan Imigrasi sebelum mereka boleh mulai aktivitasnya. Selain itu, Tokutei Ginou tidak bisa mulai sebelum menandatangani MoU antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

Ada banyak informasi yang salah tentang Tokutei Ginou terlihat di Indonesia dan ada yang tertipu juga. Saya berharap ex Kenshusei/pemagang sabar menunggu sampai pemulaiannya sambil mempersiapkan informasi yang diperlukannya.

Matsui Glocal LLC sedang siap menjadi Touroku Shien Kikan

Dear rekan-rekan di Indonesia,

Kami, Matsui Glocal LLC, sedang melakukan permohonan izin registrasi sebagai Instansi Pendukung Terdaftar (Touroku Shien Kikan) ke Biro Pelayanan Imigrasi Sendai di Jepang sebagai persiapan membantu status baru keterampilan spesifik (Tokutei Ginou). Semoga izin registrasi diharapkan akan keluar bulan Juni atau Juli nanti.

Dalam hal ini, kami mau membagi informasi benar tentang Tokutei Ginou dan Touroku Shien Kikan bersama rekan-rekan di Indonesia.

Kami akan berada di Indonesia dari tanggal 19 April sampai tanggal 3 Mei. Akan berada di Jakarta pada tanggal 19-23 April, dan di Malang pada tanggal 28 April s/d 2 Mei (untuk memberi kuliah di Universitas Brawijaya).

Sementara kami belum ada agenda khusus pada sekitar 23-28 April dan rencananya mau ke Semarang.

Jika ada yang mau ketemu saya, mohon kontak langsung kepada saya dengan email (matsui@matsui-glocal.com), direct message FB, atau WA (08114106670), dengan sebutkan nama dan posisi kerja.

———-

Sebagai info singkat, sampai saat ini Tokutei Ginou belum bisa dilakukan karena belum ada MoU antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang. MoU tersebut akan ditetapkan dalam tahun 2019 ini.

Tokutei Ginou sementara diperbolehkan hanya 14 jenis industri: konstruksi, perkapalan, bengkel mobil, penerbangan, perhotelan, perawatan, building cleaning, pertanian, perikanan, industri makanan dan minuman, restoran, industri bahan baku, industri mesin, dan industri listrik/elektronik/informasi. Dalam 14 jenis industri, jenis kerjanya juga ditentukan masing-masing.

Ada dua persyaratan pekerja Tokutei Ginou. (1) harus lulus tes keterampilan jenis kerja masing-masing di 14 jenis indutsri dan harus lulus tes bahasa Jepang (setingkat N4), atau (2) ex-Kenshusei yang pernah menjadi Ginou-jisshu 2-gou dan selesai selama tiga tahun dengan baik. Ex-Kenshusei ini dapat langsung diterima oleh perusahaan Jepang tanpa tes, namun jenis kerjanya harus sama dengan yang dulu.

Pekerja Tokutei Ginou langsung kontrak dengan perusahaan Jepang tanpa lewat LPK dan kumiai. Touroku Shien Kikan akan membantu proses ini dan membantu pekerjanya selama di Jepang.

Pekerja Tokutei Ginou dianggap pekerja dan bisa berada di Jepang max selama lima tahun sebagai Tokutei Ginou 1-gou. Namun tidak boleh membawa keluarganya.

Demikian informasi tentang Tokutei Ginou yang singkat. Jika mau inf lebih rinci, mohon kontak sama kami.

Sambutan dari Matsui Glocal LLC untuk masuk tahun ke-3

Kami Matsui Glocal LLC telah masuk tahun ke-3 sejak berdirinya pada tanggal 11 April 2017. Kami bersyukur atas dukungan dan kerjasama Bapak/Ibu selama ini.

Kami akan terus melanjutkan tahun ke-3 ini dengan tujuan menciptakan nilai baru dengan bersambung antara lokal dan lokal.

Dunia tidak diubah oleh orang tertentu. Dunia berubah sebagai hasil dari setumpuk kegiatan sehari-hari lokla oleh masing-masing dari kita. Basis ini berada di lokal, dan penciptaan nilai baru di lokal tersambung dengan masa depan kita.

Berdasar dari pemikiran ini, kami berpikir dari lokal dulu, menghubungkan orang-orang lokal, dan membantu menciptakan nilai-nilai lokal baru dengan rasa memilikinya sendiri, tanpa batas negara dan administrasi. Kami akan mengejar globalisasi jaringan lokal-to-lokal.

Dari tahun ke-3 ini, kami mulai berjuang dua tantangan. Yaitu, bagaimana lokal memanfaatkan SDM eksternal termasuk pemagang/pekerja asing untuk menciptakan dan meningkatkan nilai lokal sendiri, dan bagaimana pengembangan SDM eksternal bisa beruntung secara win-win untuk lokal pengirim SDM dan lokal penerima SDM dua-duanya.

Sambil mewacanakan 10 tahun, 20 tahun, 30 tahun kemudian, kami berjuang untuk lokal-lokal dimana-mana di dunia. Terlebih dahulu kami ucapkan terima kasih banyak atas dukungan, nasihat dan kerjasama Bapak/Ibu.

Pembicara dalam Seminar tentang Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing di Jepang (26 Maret 2019)

Saya diundang sebagai pembicara untuk Seminar tentang Pemanfaatan Tenaga Kerja Asing di Jepang, diselenggarakan oleh Federasi Ekonomi Hokuriku dan JETRO, di Kanazawa, pada tanggal 26 Maret 2019.

Saya mengambil beberapa topik termasuk peran UMKM lokal di ekonomi daerah, pemisahan antara tujuan dan situasi nyata dalam program pemagangan teknis, dan status penduduk asing baru “keterampilan spesifik” yang akan berlaku sejak April 2019.

Saya mencoba menyarankan dua cara termasuk kombinasi antara tenaga kerja tingkat tinggi dan pemagang atau pekerja asing “keterampilan spesifik”, dan (2) menciptakan jalur untuk pemagang / pekerja asing naik kelas sebagai tenaga kerja tingkat tinggi dengan mendapatkan kesempatan belajar di universitas.

1 2 3 10