[Kue Jepang] Komaru Furai dari Kyoto

Hari ini saya mengunjungi suatu perusahaan kecil, Kowa Kogyo, di Osaka, Jepang. Perusahaan Kowa Kogyo ini membuat mesin pembuatan kue, termasuk extruder yang bubuk apa pun menjadi kue yang kayaknya kerupuk.

Di perusahaan ini, saya menemu suatu kue Jepang yang bernama “Komaru Furai”, buatan Miyata Sweets Production Company in Kyoto. Miyata Company pakai mesin extruder buatan Kowa Kogyo.

2015-07-31 15.03.40

“Komaru Furai”. Enak sekali.

“Komaru Furai” ini sepertinya kerupuk lunak dengan kacang. Rasanya gurih dengan mentega dan kacangnya sedikit asin. Kombinasi kedua rasa ini sangat cocok.

Menurut Kowa Kogyo, tamu-tamu orang Indonesia suka makan “Komaru Furai” ini dan sulit berhenti makan ini. Maksudnya, mereka makan terus kue snak ini.

 

Saya yakin “Komaru Furai” ini pasti memuaskan lidah orang Indonesia.

Sayang, kue ini tidak dijual di toko-toko suvenir di Kyoto dan Osaka, tapi dijual di supermarket lokal biasa. Kue ini punya sejarah lama namun masyarakat Jepang mulai lupa keberadaannya.

Jika ada yang mau coba, silahkan kontak Miyata Company yang berikut ini.

 

Miyata Sweets Production Company: 16 Uzumasa-Morigamae cho, Ukyo-ku, Kyoto. Phone: +81-75-861-0924

 

Symposium on Indonesia – Japan New Partnership (28 Jan)

“Symposium on Indonesia – Japan New Partnership”, 28 Januari 2015, di Hotel Borobudur Jakarta, akan diselenggarakan oleh METI, Jepang.

Symposium

Saya akan bertugas sebagai moderator di dalam Bidang Ekonomi dengan Bahasa Indonesia dan Bahasa Jepang.

Rerefnsi: http://sp.nikkan.co.jp/jepang/index.html

Semoga ada manfaat untuk menciptakan fondasi dasar untuk masa depan antara hubungan Indoensia – Jepang. Saya usahakan memamerkan diskusi yang menarik.

Business Matching di Sheraton Surabaya (12 Januari 2015)

Bersama ini saya informasikan akan mengadakan Business Matching Event dengan perusahaan Jepang dari Ehime Prefecture di Sheraton Surabaya pada tanggal 12 Januari 2015. Silahkan klik rincian di bawah ini.

– Leaflet-BusinessMatching-Ehime_12Jan2015

– Ehime_CompanyProfiles

Kali ini ada perusahaan yang memiliki teknologi yang berguna untuk pengolahan makanan dan minuman. Misalnya:

1. Takenaka Wire Cloth Co. Ltd. memiliki jaring kawat dengan presisi tinggi yang bisa digunakan perusahaan yang membutuhkan bubuk yang sangat halus.

2. Hagio High Pressure Containers Co. Ltd. memiliki teknologi tahan sangat lama roda velt-conveyor yang digunakan di dalam pabrik pengolahan makanan dan minuman.

3. Top System Co. Ltd. memiliki sistem pengelolaan teknologi untuk mesin-mesin produk makanan dan obat.

4. Aiken Kakoki memiliki teknologi pengolahan rimbah secara canggih dari pabrik makanan dan minuman.

Saya mohon pihak Bapak/Ibu menyebar informasi dan leaflet yang terlampir kepada UMKM Makanan dan Minuman.

Semoga event ini ada manfaatnya untuk mengembangkan UMKM Makanan dan Minuman di Jatim.

 

Untuk Bekerja di Indonesia, TKA Harus S-1?

Dalam kalangan pengusaha Jepang di Indonesia, salah satu masalah besar saat ini adalah masalah visa kerja untuk orang asing. Menurutnya, latar belakang pendidikan orang asing harus di atas S-1 jika mau dapat visa kerja di Indonesia.

Apakah ini sudah ditentukan secara resmi oleh pemerintah lewat suatu peraturan? Atau aturan intern di dalam Kementerian Tenaga Kerja?

Saya belum menemu peraturan resmi yang tertulis tentang hal ini. Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, ada persyaratan Tenaga Kerja Asing (TKA) di pasal 26. Dalam (1), sebut bahwa TKA yang dipekerjakan oleh pemberi kerja wajib memunuhi persyaratan sebagai berikut: a. memiliki pendidikan yang sesuai dengan syarat jabatan yang akan diduduki oleh TKA; b. memiliki kompetensi yang dibuktikan sertifikat kompetensi atau pengalaman kerja sesuai dengan jabatan yang akan diduduki oleh TKA paling kurang 5 (lima) tahun; c. bersedia membuat pernyataan untuk mengalihkan keahliannya kepada tenaga kerja Indonesia pendamping; dan d. dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.

Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini, belum terlihat persyaratan yang harus diatas S-1.

Mengapa ini dianggap masalah di dalam kalangan pengusaha Jepang? Karena pihak Jepang tidak bisa memanfaatkan teknisi orang Jepang lulusan SMA/SMK sebagai pembimbing terhadap tenaga kerja Indonesia, jika harus diatas S-1.

Di Jepang, umumnya, teknisi andalan di suatu perusahaan berasal dari SMA/SMK dan merekalah yang berperan untuk meningkatkan teknologinya dari lapangan. Gerakan Kaizen (perbaikan secara berkelanjutan) umumnya diperankan oleh mereka. Mengapa? Karena mereka yang paling paham kondisi dan masalah teknis sehari-hari di pabrik.

Sedangkan, di Jepang, lulusan S-1 umumnya bekerja sebagai “white-color”, kerja kantor. Lulusan S-1 percaya para teknisi yang menguasai urusan teknis dan pemecahan masalah. Para teknisi lulusan SMA/SMK disebut “blue-color” di Jepang. HUbungan saling percaya antara “white-color” dan “blue-color” inilah yang salah satu kiat pengembangan usaha terutama industri pengolahan di Jepang selama ini.

Dengan demikian, di perusahaan Jepang, “white-color” sulit memberi bimbingan teknis kepada worker. Harus dibimbing oleh teknisi berasal “blue-color”.

Selain ini, di Jepang, ada banyak mantan teknisi yang sudah pensiun ingin sekali berkontribusi untuk pengembangan industri di Indonesia. Sebagian besar mereka pernah bekerja di Indonesia dan tidak sedikitnya sangat mencintai Indonesia. Mereka tidak bermaksud mengambil kesempatan kerja dari orang Indonesia, melainkan membantu meninngkatkan SDM teknisi orang Indonesia.

Mereka tidak perlu mencari uang besar-besaran karena sudah menerima pensiun setiap bulan. Keinginan mereka bukan cari uang. Benar-benar murni mereka ingin membimbing kepada tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan teknik dan teknologi Indonesia di pabrik. Menurut suatu perusahaan HRD, ada daftar mantan teknisi sekitar ratusan orang yang siap datang ke Indonesia untuk pengembangan industri Indonesia.

Sayang, sebagian besar mereka adalah lulusan SMA/SNK, bukan lulusan S-1.

Dimana ada orang asing selain Jepang yang ingin bekerja bukan untuk negara aslinya sendiri tetapi untuk Indonesia? Mereka adalah seperti pelajurit bekas tentara Jepang yang tidak pulang ke Jepang dan berjuang bersama orang Indonesia untuk mengalahkan tentara Sekutu yang ingin menguasai Indonesia lagi pada waktu perang kemerdekaan pada tahun 1945-1949.

Kemajuan Indonesia adalah faktor penting untuk Jepang juga. Perusahaan sepeda motor dan otomotif Jepang sudah menentukan Indoensia sebagai basis produksi dan ekspor produknya di dunia dan tidak lari ke luar Indonesia. Lewat pengembangan industri tersebut, Jepang secara langsung atau tidak langsung membutuhkan berkontribusi untuk industrialisasi Indonesia yang mantap dan kuat.

Ada yang ingin berkontribusi untuk Indonesia tanpa mengambil kesempatan kerja dan tanpa mencari uang. namun, mereka tidak boleh memberi bimbingan teknis kepada tenaga kerja Indonesia karena bukan diatas S-1. Jika ini benar, apakah ini keputusan terbaik untuk pengembangan SDM teknisi industri di Indonesia?

Pemerintahan Jokowi memiliki pemikiran praktis, saya percaya. Semoga pemerintah Indonesia berpikir secara praktis dan bersedia memanfaatkan teknisi-teknisi orang Jepang sebagai pembimbing untuk mencetak SDM yang andal di bidang perindustrian.

Saya mengharapkan tanggapan dan opini pembaca. Terima kasih.

 

Makassar SEA Screen Academy 2014

Rumata’ Artspace akan menyelenggarakan acara Makassar SEA Screen Academy 2014 di Makassar pada tanggal 22-26 Oktober 2014.

Acara ini khususnya untuk mengembangkan dunia perfilman di Kawasan Timur Indonesia terutama berdasar dari kearifan lokal dan fakta-fakta yang berada di dunia nyata. Panitia mengharapkan kehadiran banyak pemuda yang mencintai pembuatan dan penikmatan film.

Selengkapnya lihat di situs yang berikut.

Makassar SEA Screen Academy 2014

 

Perkenalan Situs Baru

Sejak tanggal 18 Oktober 2014, saya mulai pakai situs baru dengan domain saya sendiri.

Lewat situs ini, saya menyampaikan info kegiatan dan aktivitas saya, pendapat saya, dan catatan perjalanan dan makanan kepada teman-teman.

Selain itu, agenda saya juga disampaikan karena sering pergi ke mana=mana.

Situs dan blog lama dengan bahasa Jepang dan non-Jepang akan dipadukan di dalam situs baru ini.

Demikian saya sampaikan. Semoga situs ini dapat dimanfaatkan dan memberikan rasa kebahagiaan kepada teman-teman. Terima kasih atas dukungannya.

 

New Email Address

Bersama ini saya memberitahukan bahwa saya habis kontrak dengan JAC Business Center sebagai Senior Associate pada tanggal 3 September 2014.

Saat ini saya menjadi benar-benar konsultan, fasilitator, dan katalist independen.

Rencananya, saya akan membentuk suatu perusahaan konsultan kecil di Jepang dan berlanjut kegiatan di Indonesia, Jepang dan tempat lainnya.

Dengan demikian, saya mulai pakai alamat email saya yang baru, seperti yang berikut:

matsui@matsui-glocal.com

Saya pakai nama “Matsui Glocal” di dalam kegiatan saya. Nanti nama ini akan digunakan untuk perusahaan konsultan kecil saya.

Saya mengharapkan teman-teman tetap terus kontak dan berhubungan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bernilai bersama-sama buat generasi penerus kita.

1 3 4 5 6