Business Matching di Sheraton Surabaya (12 Januari 2015)

Bersama ini saya informasikan akan mengadakan Business Matching Event dengan perusahaan Jepang dari Ehime Prefecture di Sheraton Surabaya pada tanggal 12 Januari 2015. Silahkan klik rincian di bawah ini.

– Leaflet-BusinessMatching-Ehime_12Jan2015

– Ehime_CompanyProfiles

Kali ini ada perusahaan yang memiliki teknologi yang berguna untuk pengolahan makanan dan minuman. Misalnya:

1. Takenaka Wire Cloth Co. Ltd. memiliki jaring kawat dengan presisi tinggi yang bisa digunakan perusahaan yang membutuhkan bubuk yang sangat halus.

2. Hagio High Pressure Containers Co. Ltd. memiliki teknologi tahan sangat lama roda velt-conveyor yang digunakan di dalam pabrik pengolahan makanan dan minuman.

3. Top System Co. Ltd. memiliki sistem pengelolaan teknologi untuk mesin-mesin produk makanan dan obat.

4. Aiken Kakoki memiliki teknologi pengolahan rimbah secara canggih dari pabrik makanan dan minuman.

Saya mohon pihak Bapak/Ibu menyebar informasi dan leaflet yang terlampir kepada UMKM Makanan dan Minuman.

Semoga event ini ada manfaatnya untuk mengembangkan UMKM Makanan dan Minuman di Jatim.

 

Untuk Bekerja di Indonesia, TKA Harus S-1?

Dalam kalangan pengusaha Jepang di Indonesia, salah satu masalah besar saat ini adalah masalah visa kerja untuk orang asing. Menurutnya, latar belakang pendidikan orang asing harus di atas S-1 jika mau dapat visa kerja di Indonesia.

Apakah ini sudah ditentukan secara resmi oleh pemerintah lewat suatu peraturan? Atau aturan intern di dalam Kementerian Tenaga Kerja?

Saya belum menemu peraturan resmi yang tertulis tentang hal ini. Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing, ada persyaratan Tenaga Kerja Asing (TKA) di pasal 26. Dalam (1), sebut bahwa TKA yang dipekerjakan oleh pemberi kerja wajib memunuhi persyaratan sebagai berikut: a. memiliki pendidikan yang sesuai dengan syarat jabatan yang akan diduduki oleh TKA; b. memiliki kompetensi yang dibuktikan sertifikat kompetensi atau pengalaman kerja sesuai dengan jabatan yang akan diduduki oleh TKA paling kurang 5 (lima) tahun; c. bersedia membuat pernyataan untuk mengalihkan keahliannya kepada tenaga kerja Indonesia pendamping; dan d. dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia.

Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ini, belum terlihat persyaratan yang harus diatas S-1.

Mengapa ini dianggap masalah di dalam kalangan pengusaha Jepang? Karena pihak Jepang tidak bisa memanfaatkan teknisi orang Jepang lulusan SMA/SMK sebagai pembimbing terhadap tenaga kerja Indonesia, jika harus diatas S-1.

Di Jepang, umumnya, teknisi andalan di suatu perusahaan berasal dari SMA/SMK dan merekalah yang berperan untuk meningkatkan teknologinya dari lapangan. Gerakan Kaizen (perbaikan secara berkelanjutan) umumnya diperankan oleh mereka. Mengapa? Karena mereka yang paling paham kondisi dan masalah teknis sehari-hari di pabrik.

Sedangkan, di Jepang, lulusan S-1 umumnya bekerja sebagai “white-color”, kerja kantor. Lulusan S-1 percaya para teknisi yang menguasai urusan teknis dan pemecahan masalah. Para teknisi lulusan SMA/SMK disebut “blue-color” di Jepang. HUbungan saling percaya antara “white-color” dan “blue-color” inilah yang salah satu kiat pengembangan usaha terutama industri pengolahan di Jepang selama ini.

Dengan demikian, di perusahaan Jepang, “white-color” sulit memberi bimbingan teknis kepada worker. Harus dibimbing oleh teknisi berasal “blue-color”.

Selain ini, di Jepang, ada banyak mantan teknisi yang sudah pensiun ingin sekali berkontribusi untuk pengembangan industri di Indonesia. Sebagian besar mereka pernah bekerja di Indonesia dan tidak sedikitnya sangat mencintai Indonesia. Mereka tidak bermaksud mengambil kesempatan kerja dari orang Indonesia, melainkan membantu meninngkatkan SDM teknisi orang Indonesia.

Mereka tidak perlu mencari uang besar-besaran karena sudah menerima pensiun setiap bulan. Keinginan mereka bukan cari uang. Benar-benar murni mereka ingin membimbing kepada tenaga kerja Indonesia untuk meningkatkan teknik dan teknologi Indonesia di pabrik. Menurut suatu perusahaan HRD, ada daftar mantan teknisi sekitar ratusan orang yang siap datang ke Indonesia untuk pengembangan industri Indonesia.

Sayang, sebagian besar mereka adalah lulusan SMA/SNK, bukan lulusan S-1.

Dimana ada orang asing selain Jepang yang ingin bekerja bukan untuk negara aslinya sendiri tetapi untuk Indonesia? Mereka adalah seperti pelajurit bekas tentara Jepang yang tidak pulang ke Jepang dan berjuang bersama orang Indonesia untuk mengalahkan tentara Sekutu yang ingin menguasai Indonesia lagi pada waktu perang kemerdekaan pada tahun 1945-1949.

Kemajuan Indonesia adalah faktor penting untuk Jepang juga. Perusahaan sepeda motor dan otomotif Jepang sudah menentukan Indoensia sebagai basis produksi dan ekspor produknya di dunia dan tidak lari ke luar Indonesia. Lewat pengembangan industri tersebut, Jepang secara langsung atau tidak langsung membutuhkan berkontribusi untuk industrialisasi Indonesia yang mantap dan kuat.

Ada yang ingin berkontribusi untuk Indonesia tanpa mengambil kesempatan kerja dan tanpa mencari uang. namun, mereka tidak boleh memberi bimbingan teknis kepada tenaga kerja Indonesia karena bukan diatas S-1. Jika ini benar, apakah ini keputusan terbaik untuk pengembangan SDM teknisi industri di Indonesia?

Pemerintahan Jokowi memiliki pemikiran praktis, saya percaya. Semoga pemerintah Indonesia berpikir secara praktis dan bersedia memanfaatkan teknisi-teknisi orang Jepang sebagai pembimbing untuk mencetak SDM yang andal di bidang perindustrian.

Saya mengharapkan tanggapan dan opini pembaca. Terima kasih.

 

Makassar SEA Screen Academy 2014

Rumata’ Artspace akan menyelenggarakan acara Makassar SEA Screen Academy 2014 di Makassar pada tanggal 22-26 Oktober 2014.

Acara ini khususnya untuk mengembangkan dunia perfilman di Kawasan Timur Indonesia terutama berdasar dari kearifan lokal dan fakta-fakta yang berada di dunia nyata. Panitia mengharapkan kehadiran banyak pemuda yang mencintai pembuatan dan penikmatan film.

Selengkapnya lihat di situs yang berikut.

Makassar SEA Screen Academy 2014

 

Perkenalan Situs Baru

Sejak tanggal 18 Oktober 2014, saya mulai pakai situs baru dengan domain saya sendiri.

Lewat situs ini, saya menyampaikan info kegiatan dan aktivitas saya, pendapat saya, dan catatan perjalanan dan makanan kepada teman-teman.

Selain itu, agenda saya juga disampaikan karena sering pergi ke mana=mana.

Situs dan blog lama dengan bahasa Jepang dan non-Jepang akan dipadukan di dalam situs baru ini.

Demikian saya sampaikan. Semoga situs ini dapat dimanfaatkan dan memberikan rasa kebahagiaan kepada teman-teman. Terima kasih atas dukungannya.

 

New Email Address

Bersama ini saya memberitahukan bahwa saya habis kontrak dengan JAC Business Center sebagai Senior Associate pada tanggal 3 September 2014.

Saat ini saya menjadi benar-benar konsultan, fasilitator, dan katalist independen.

Rencananya, saya akan membentuk suatu perusahaan konsultan kecil di Jepang dan berlanjut kegiatan di Indonesia, Jepang dan tempat lainnya.

Dengan demikian, saya mulai pakai alamat email saya yang baru, seperti yang berikut:

matsui@matsui-glocal.com

Saya pakai nama “Matsui Glocal” di dalam kegiatan saya. Nanti nama ini akan digunakan untuk perusahaan konsultan kecil saya.

Saya mengharapkan teman-teman tetap terus kontak dan berhubungan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan bernilai bersama-sama buat generasi penerus kita.

Inikah hasil demokratisasi Indonesia?

Mohon maaf jika ada yang merasa tersinggung. Ini sekedar ngomongan orang asing yang belum hafal betul tentang Indonesia.

Apakah ada input baru yang sangat bagus dari pihak Prabowo-Hatta yang menaikkan dukungannya secara signifikan?

Sebaliknya, apakah ada kesalahan fatal yang menurunkan dukungan terhadap Jokowi-JK di dalam kampanye Pilpres kali ini?

Sayang sekali, belum terlihat pembahasan serius tentang masalah-masalah dan kebijakan krusial yang dihadapi oleh Indonesia saat ini dan masa depan. Kayaknya jauh lebih sibuk melakukan kompetisi manupilasi informasi dan menjatuhkan citra orang satu sama lain. Banyak orang bergerak hanya berdasar rasa sakit hati.

Inikah hasil demokratisasi Indonesia? Mohon lebih serius berpikir dan beraksi untuk masa depan yang baik untuk anak dan cucu anda masyarakat Indonesia.

Merasa banggakah jika menang dengan kampanye hitam?

Banyak pihak merasa bosan dan benci terhadap kampanye hitam dan negatif yang sedang ramai di dalam Pilpres kali ini.

Seolah-olah orang Indonesia sangat senang menjelekkan orang dan mencari kesalahan orang, daripada membahas masa depan Indonesia dan memikirkan ide-ide baru yang akan terwujud untuk zaman anak dan cucu kita. Sayang sekali !

Pernah saya bertanya lewat Twitter. Apakah pemenangnya merasa bangga jika menang karena kampanye hitam dan negatif?

Mengapa saya bertanya? Karena ada yang mengatakan bahwa harus menang dengan cara apa pun. Ini karena harus ada pengembaliannya terhadap banyak investasi dana yang telah ditanam untuk Pilpres.

Saya sering dengar bahwa ajaran agama di Indonesia sangat penting. Apakah ajaran agama memperbolehkan kemenangan dengan cara-cara yang kotor dan yang melukai pihak lain?

Jika ini dibenarkan karena penting untuk mengembalikan dana investasi politik, mereka berdoa apa untuk Tuhan setiap kali? Hanya untuk dirinya sendiri saja?

Saya merasa sedih melihat situasi seperti ini. Dalam kampanye Pilpres kali ini, sulit dengar pikiran dan ide untuk memperbaiki berbagai keadaan saat ini untuk Indonesia masa depan yang lebih baik. Tidak dengar diskusi positif untuk menagatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh Indonesia ini.

Yang adanya saling menjelekkan dan mencari kesalahan saja.

Selainnya, hanya kompetisi imej calon presiden dan wakil presiden saja. Sama sekali tidak produktif. Arahan visi dan misi kedua kubu sebenarnya tidak jauh berbeda, meskipun pendekatan dan caranya sangat berbeda.

Masih terlihat intimidasi dan pemaksaan pemilihan calon tertentu oleh atasan atau tokoh masyarakat. Seolah-olah jika tidak ikut intimidasi dan pemaksaan tersebut, dia akan dapat sanksi atau dieportasi dari komunitasnya. Apakah Indonesia sudah menjadi negara demokratis atau tidak?

Atasan atau tokoh masyarakat tersebut tidak mau membeli kesempatan kepada bawahannya untuk berpikir sendiri. Hanya maunya loyalitas saja. Ini namanya dictatorship atau authoritarianism. Masih ada kubu calon presiden dan wakil presiden yang memakai cara-cara ini untuk memaksakan pemilihannya.

Negara demokratis tidak mungkin terwujud tanpa masyarakat yang mampu berpikir sendiri dengan pertanggungjwabnya sendiri. Namun, elit politik dan kalangan atas belum siap menghadapi masyarakat yang berpikir sendiri. Masih mengharapkan masyarakat yang jujur (artinya hanya ikut atasan).

Kapan Indonesia menjadi negara demokratis yang benar?

Sekali lagi saya bertanya. Apakah pemenangnya merasa bangga jika menang karena kampanye hitam dan negatif? Karena menjelekkan pihak lain dengan fitnah dan kebohongan?

Jika jawabannya ya, kesedihan saya tidak akan mungkin hilang dari hati saya. Dan saya benci sama saya sendiri karena belum bisa benci terhadap Indonesia yang demikian.

Keputusan Keberatan Operasi Kembali PLTN di Jepang

Pada tanggal 21 Mei 2014, Pengadilan Daerah Fukui, Jepang menyatakan keberatan terhadap operasi kembali Pembangkitan Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Oh-i No. 3 dan No. 4. Barusan ringkasan keputusan ini diterjemahkan oleh Bahasa Inggris.

Dalam dokumen ini, ada kalimat yang perlu diperhatikan, seperti yang dibawah ini:

“… Furthermore, the Defendant claims that the operation of the nuclear power plant is excellent from an environmental perspective because of the contribution to reducing CO2 emissions. However, the environmental contamination incurred if one serious accident occurs at a nuclear power plant would be horrific and it would be seriously ill-founded to use environmental concerns as the basis for continuing operation of a nuclear power plant, in light of the largest ever pollution and environmental contamination in the history of our country having been caused by the Fukushima nuclear power plant accident.”

Sampai saat ini, semua PLTN di Jepang masih berhenti operasinya dan ekonomi Jepang tetap berjalan meskipun biaya energinya lebih mahal.

Manusia adalah pelupa. Banyak yang lupa apa yang terjadi di PLTN Fukushima No.1 dan No. 2 pada waktu terjadi bencana, tanggal 11 Maret 2011 dan sesudahnya. TIdak bisa lupa perasaan saya waktu PLTN tersebut meledak. Saya merasa Jepang sudah habis dan kiamat. Syukur, kita masih hidup dan berkarya.

Sekitar 150 ribu orang masih mengungsi dari kampung halamannya dan bekas PLTN masih terus mencemar air tanah dan lahan sekitarnya meskipun banyak pihak berusaha untuk menangani ini.

Ringkasan keputusan Pengadilan Daerah Fukui dapat di-download dari situs yang berikut.

Outline of Judgment on Claim for Injunction on
Operation of No. 3 and No. 4 Units at Oh-i Nuclear Power Plant
Fukui District Court, May 21 2014
http://www.greenpeace.de/sites/www.greenpeace.de/files/publications/fukui-akw-urteil-engl-juni2014.pdf

 

Pesta Tokyo di Blok M dihentikan karena pungli

Akhir bulan Mei lalu, sekitar 200.000 orang kumpul dan menikmati suasana Jepang di Blok M, Jakarta Selatan. ‘Little Tokyo Ennichisai Blok M’ terlihat sangat ramai dan penuh kesenangan oleh pengunjung.

Namun, ‘Little Tokyo Ennichisai Blok M’ ini diputuskan terakhir dengan kali ini dan tidak ada lagi. Alasannya: uang pelicin besar yang diminta oleh aparat.

Saya kira reformasi aparatur di DKI Jakarta sedang berjalan dan percaya makin membaik pada saat ini. Ternyata, masalah klasik “pungli” yang pasti tidak enak bagi pihak Indonesia masih hidup. Sangat kaget.

Acara ‘Little Tokyo Ennichisai Blok M’ Dihentikan dan Tidak Akan Ada Lagi

Apakah pernyataan ini oleh panitia pesta Ennichisai ini berlebihan? Apakah mereka bohong? Apakah dianggap orang asing menjelekkan Indonesia dengan ini? Jika dirasakan demikian dan ini bukan fakta, saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Pesta ini dikembangkan oleh para sukarelawan tanpa dana dari pemerintah baik Indonesia maupun Jepang hanya untuk mengembangkan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jepang. Hanya itu saja. Bukan untuk menguasai Indonesia oleh Jepang, atau mencari keuntungan sebesar mungkin dari pihak Indonesia oleh pihak Jepang. Iya, tujuannya murni persahabatan.

Namun, upaya peningkatkan persahabatan antara Indonesia dan Jepang dihentikan karena pungli oleh aparat. Saya sangat mengharapkan ini bukan karena pihak aparat Indonesia tidak mau bersahabat dengan pihak Jepang.

Berita sedih. Apakah kami orang asing harus tetap diam jika mengalami hal-hal yang tidak wajar seperti ini karena orang asing yang diperbolehkan berdomisili di Indonesia?  Siapa yang senang menganggu upaya persahabatan antara Indonesia dan Jepang?

Kami tidak mau diam lagi.

1 3 4 5 6