Mengunjungi Kota Ishikari, Hokkaido (3-4 Juli 2019)

Pada tanggal 3-4 Juli 2019, kami mengunjungi kota Ishikari, Hokkaido, bersama Bapak Ahmad Sarita dari LPK Bhumi Ika Nuswantara dan International Relations Organizaiton (IRO) untuk membahas tentang kerjasama program magang teknis dengan kota Ishikari. Dan kami mengunjungi wilayah pelabuhan baru Ishikari juga.

LPK Bhumi Ika Nuswantara saat ini bersiap-siap mengirim dua pemagang perawat dari Indonesia ke pusat perawatan untuk orang yang tua di kota Ishikari. Dalam diskusi kami, kami memahami bahwa banyak perusahaan di sana terutama di sektor manufaktur juga membutuhkan banyak pemagang teknis.

Untungnya, kami dapat bertemu dengan pejabat-pejabat Pemkot Ishikari dan organisasi pengendali magang seperti IRO yang tulus dan serius untuk menangani program magang teknis tidak hanya untuk mengisi kekurangan personil saja tetapi juga untuk memanfaatkan demi pembangunan lokal/masyarakat yang hidup dan bahagia.

Dalam arti ini, kita akan bekerja sama bersama untuk menyadari program magang teknis dalam arti sebenarnya. Kami akan menjadi agen LPK Bhumi Ika Nuswantara di Jepang.

Kami ingin membuat contoh program magang teknis sejati dengan dikaitkan dengan pembangunan lokal/masyarakat di Jepang dan Indonesia, satu persatu.

MoU tentang Tokutei Ginou sudah ditandatangani, 25 Juni 2019

MoU tentang Pekerja Berketampilan Spesifik (PBS) atau Tokutei Ginou sudah ditandatangani oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang pada tanggal 26 Juni 2019.

Anda dapat membaca teks asli MoU dalam bahasa Inggris, Indonesia dan Jepang dari situs yang berikut:

Bahasa Inggris: https://www.mofa.go.jp/mofaj/files/000492333.pdf
Bahasa Indonesia: https://www.mofa.go.jp/mofaj/files/000492335.pdf
Bahasa Jepang: https://www.mofa.go.jp/mofaj/files/000492327.pdf

Menurut MoU ini, organisasi penerima (OP/AO) atau perusahaan Jepang mendaftar di IPKOL (Informasi Pasar Buruh Terkomputarisasi dalam Jaringan di Indonesia) untuk mempublikasikan lowongan kerja dan menerima basis data calon pekerja berketerampilan spesifik (PBS) di Indonesia.

Calon PBS hanya memasukan datanya di IPKOL. Tidak perlu melalui LPK. Pemerintah Indonesia akan menginformasikan cara memasukan data oleh calon PBS.

Pokoknya, mohon membaca teks asli MoU secara saksama.

Berpartisipasi pada Makassar International Writers Festival 2019

Seperti setiap tahun, kami mensponsori dan berpartisipasi dalam Makassar International Writers Festival (MIWF) pada tanggal 26-29 Juni 2019.
MIWF dimulai pada tahun 2011 sebagai festival berorientasi orang-orang biasa dengan pertemuan penulis/penyair dalam dan luar negeri dengan banyak jenis sesi yang metarik untuk menyajikan buku-buku baru oleh penulisnya atau membahas tentang berbagai topik terkait sejarah, masalah saat ini, dan tantangan masa depan untuk kehidupan masyarakat kita.

Di MIWF 2019 kali ini, kami mengadakan sesi tentang Kikigaki (mendengarkan dan menulis) seperti yang berjudul “Story Telling, Disaster and Resilience”. Kami mengundang Prof. Motoko Shimagami (Univ Ehime) sebagai koordinator transfer program Kikigaki yang asli dari Jepang ke Indonesia, Dr. Zaenal Abidin (IPB) sebagai Koordinator Program Kikigaki di Indonesia, Ibu Risna Abbas (Guru SMAN 2 Banawá, Donggala) sebagai pendidik untuk kelompok Kikigaki di SMAnya, Dr. Lilan Dama (LPPM UNG) sebagai koordinator di Gorontalo, dan tiga peserta program Kikigaki (Mr. Reza, Ms. Fira, dan Ms. Putri).

Dalam sesi kami, kami memperkenalkan Kikigaki dengan fokus bagaimana Kikigaki berbeda dari wawancara biasa dan pendengaran. Tiga peserta program Kikigaki menceritakan pengalaman mereka dan perubahan mereka sendiri melalui program Kikigaki.

Selama sesi Kikigaki, kami bisa mempersembahkan makna dan pentingnya Kikigaki untuk indonesia dalam konteks konservasi lingkungan, kearifan lokal, dan pembentukan kepercayaan antara generasi.

Kami ingin mengucapkan terima kasih untuk MIWF 2019 dan Ms. Lily Yulianti sebagai Ketua Koordinator MIWF ini untuk memberi kami kesempatan yang sangat baik untuk membahas tentang program Kikigaki dengan banyak peserta MIWF.

Mengunjungi LPK-LPK di Padang dan Makassar

Kami mengunjungi beberapa LPK-LPK di Padang dan Makassar kali ini. Kami membahas tentang situasi saat ini program magang ke Jepang dan kerjasama kami masa depang.

Kami saat ini sedang bersiap-siap menjadi perwakilan beberapa LPK-LPK Indonesia di Jepang untuk mendukung proses program magang yang ditangani oleh mereka.

Ini adalah salah satu langkah bagi kami untuk menantang memperbaiki program magang ke Jepang sebagai program yang mestinya, yaitu program pengembangan sumber daya manusia yang sebenarnya.

Jika ada LPK yang menyutujui konsep kami ini, kami siap menjadi perwakilannya di Jepang.

Menjelaskan tentang Tokutei Ginou di Padang

Pada tanggal 24 Juni 2019, kami mengadakan kesempatan untuk menjelaskan tentang Tokutei Ginou kepada ex-Kenshusei dan LPK-LPK di Padang, bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat dan LPK Smart College.

Kami mengadakan seminar kecil ini karena banyak informasi tentang Tokutei Ginou yang tidak benar dan dimanipulasi, dan banyak ex-Kenshusei mengalami penipuan.

Lebih dari 100 peserta mendengarkan penjelasan kami tentang Tokutei Ginou dan menyampaikan berbagai pertanyaan. Mereka mengharapkan kami untuk menghubungi perusahaan Jepang yang pernah menerima mereka dan bertanya apakah mereka masih diterima lagi dengan Tokutei Ginou ini.

MoU tentang Tokutei Ginou ditandatangani antara pemerintah Jepang dan Indonesia pada tanggal 25 Juni 2019. Namun, masih perlu informasi lebih lanjut termasuk tentang prosedur pengambilan visa Tokutei Ginou. Kita perlu memeperhatikan ini secara sangat hati-hati.

Mengunjungi Payakumbuh bersama LPK AKARA

Kami mengunjungi Payakumbuh pada tanggal 21-23 Juni 2019 bersama LPK AKARA untuk melihat pelatihan calon peserta program magang ke Jepang. Ada sekitar 30 siswa/i sedang belajar bahasa Jepang yang dasar. Kami berdialog dengan mereka dan memberikan ceramah untuk mendorong motivasi mereka.

Kami juga bertemu Wakil Walikota Payakumbuh dan membahas tentang keadaan ekonomi dan sosial saat ini, arah pembangunan, dan strategi pengembangan sumber daya manusia. Kami mencoba menghubungkan program magang ke Jepang dengan arah dan strategi Kota Payakumbuh.

Mengikuti Konferensi JASID, 15 Juni 2019

Saya mengikuti Konferensi Musim Semi ke-20 Japan Society for International Development (JASID) di kota Rikuzen-Takata, Prefektur Iwate, pada tanggal 15 Juni 2019.

Rikuzen-Takata adalah salah satu kota yang mengalami musibah terbesar dari gempa dan tsunami Jepang Timur pada tanggal 11 Maret 2011. Hampir semua pusat kota benar-benar menghilang dan lenyap oleh lebih dari 15 meter-tinggi tsunami hanya untuk sementara waktu. Sekarang, Rikuzen-Takata telah mencoba membangun kota baru di atas wilayah kota lama yang hilang bersama rasa kesedihan yang mendalam dengan berdoa untuk banyak warga korban.

Apa yang bisa kita lakukan sebagai ahli pengembangan internasional? Belajar apa dari tragedi bencana ini? Kami mengakui bahwa rekonstruksi fisik saja tidak cukup. Kita perlu mengingat kenangan kehidupan warga di sana dan tetap bersama mereka untuk mendukung menciptakan harapan untuk masa depan.

Ini adalah momen yang sangat baik bagi kita untuk memikirkan kembali tentang arti pembangunan. Kami mengingatkan kembali bahwa basis pembangunan ada di lokal dan penting bagi kami untuk berpikir jaringan lokal-to-lokal.

Bersedia menjadi Konsultan/Perwakilan di Jepang untuk LPK/P3MI/PJTKI

Matsui Glocal LLC bersedia menjadi konsultan dan perwakilan/agen di Jepang terhadap LPK atau P3MI/PJTKI dari Indonesia. Misalnya, kami mungkin berperan seperti yang berikut:

1. Penghubung dengan klien di Jepang yang sudah ada atau mencari calon klien di Jepang
2. Mengikuti dan menganalisis informasi tentang kebijakan keimigrasian Jepang tentang visa magang, Tokutei Ginou, pelajar dll.
3. Konsultasi dan investigasi secara rinci tentang jenis kerja di dalam 14 sektor Tokutei Ginou
4. Memberikan nasihat dan monitoring terhadap LPK atau P3MI/PJTKI, berdasar dari aturan main peraturan dan UU di Jepang

Jika ada yang berminat, mohon menghubungi kami lewat FB direct message atau email ke matsui@matsui-glocal.com, dengan informasi atau profile LPK atau P3MI/PJTKI tersebut.

Sebelum bikin kontrak, kami secara langsung harus mengunjungi LPK atau P3MI/PJTKI tersebut dan bertemu dengan penanggungjawabnya. Kontrak ini berbasis bisnis.

Mengikuti Grameen-Sunpower Social Business Startup Tour di Bangladesh

Pada tanggal 5-9 Mei 2019, kami berpartisipasi dalam Grameen-Sunpower Social Business Startup Tour, yang diselenggarakan oleh Sunpower Co. Ltd. dan Grameen Group, dan mengunjungi Bangladesh untuk pertama kalinya.

Tur ini adalah tur yang bertujuan untuk membuat pemicu UKM Jepang untuk memulai bisnis sosial di luar negeri. Sunpower Co. Ltd. telah memiliki usaha bisnis sosial, bisnis daur ualang ban bekas dan bengkel mobil, di Bangladesh bersama Grameen Group yang memiliki Grameen Bank yang terkenal di dunia dll.

Dalam kesempatan kali ini kami dapat mengunjungi banyak perusahaan di bawah Grameen Group dan lapangan situs aktivitasnya dalam jangka waktu yang singkat. Ini menjadi kesempatan berharga buat kami untuk berpikir ulang tentang arahan kegiatan kami terkait bisnis sosial masa akan datang.

Karena Bangladesh yang memiliki jumlah penduduk hampir 200 juta orang, ada alasan mengapa membutuhkan bisnis sosial. Namun, metode dan esensi bisnis sosial ini kiranya dapat dipergunakan di Jepang saat ini.

Juga, itu juga kesempatan untuk mempertimbangkan kembali peran komunitas dalam bisnis sosial. Kami juga belajar bagaimana menfasilitasi bisnis komunitas di Jepang, Indonesia, dan tempat lain di dunia. Kiatnya, harus mapan dulu sebagai bisnis sebelum mendorong bisnis sosial.

Dan sangat untungnya, kami dapat bertemu Dr. Muhammad Yunus, pendiri Grameen Bank, meskipun dalam waktu yang singkat. Kami benar-benar mengingatkan diri apa yang disampaikan oleh Dr. Yunus, yaitu, begitu pentingnya berpikir dari realita lapangan untuk menangkap masalah sosial yang perlu dipecahkan, dan mimpi dan keyakinan terhadap masa depan yang lebih baik untuk manusia.

Kami ingin berterima kasih kepada Sunpower Co. Ltd. dan Grameen Group untuk menyelenggarakan kesempatan seperti itu. Jika memungkinkan, kami berharap hubungan kita akan terus berlanjut dan menciptakan sesuatu yang baru bersama pada masa akan datang.

Memberikan 3 kuliah di Universitas Brawijaya, Malang (29 April-2 Mei 2019)

Saya mendapat kesempatan untuk memberikan tiga kuliah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, di Malang, Indonesia. Semua kuliah dalam bahasa Indonesia.

Topik kuliah adalah sebagai berikut:

– Desentralisasi Fiskal dan Keuangan Daerah: Negatf dan Positif (29 April 2019)
– Sejarah Pembangunan Ekonomi Modern Jepang: Perbandingan dengan Indonesia (30 April 2019)
– Strategi Pengembangan Daerah: Pendekatan Gerakan OVOP (One Village One Product Movement) untuk konteks Pembangunan Daerah Indonesia (2 Mei 2019)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, melakukan ‘3 in 1 program’, seri kuliah gabungan dosen dari Universitas Brawijaya, sektor swasta dan negara asing. Kali ini adalah kuliah pertama oleh dosen tamu asing dalam program ini.

Sekitar 150 siswa telah menghadiri seri kuliah saya dan saya menerima beberapa pertanyaan menarik dan komentar tentang isi kuliah saya. Pengalaman yang sangat berharga bagi saya untuk memberikan seri kuliah dalam bahasa Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya.

1 2 3 12