Kami Membantu Studi Banding dari Indonesia ke Jepang

Kepada Bapak/Ibu di perusahaan, pemerintah daerah, perguruan tinggi dll, saya membantu studi banding Bapak/Ibu dari Indonesia ke Jepang !

Kami berkonsultasi dengan Bapak/Ibu tentang tujuan kunjungan (terutama kota/desa mana di Jepang), jadwal, transportasi, tempat menginap, perdampingan, penerjemah dan macam-macam terkaitan dengan kunjungan ke Jepang.

Kami bisa menerima “perencanaan, kontak dengan pihak Jepang, perdampingan sekaligus penerjemah pada rombongan di Jepang, dan diskusi selama di Jepang” sebagai satu paket konsultasi.

Kami bisa mencari dan membawa rombongan Bapak/Ibu ke kota lokal di Jepang yang cocok sebagai tujuan kunjungan.

Jika ada yang berminat, silahkan kontak saya lewat message atau email.

 

Ide Pembuatan Media Info Baru Indonesia-Jepang

Selama ini, bisa dikatakan bahwa orang Jepang mendapat informasi tentang Indonesia dari orang Jepang. Sama juga, orang Indonesia mendapat informasi tentang Jepang dari orang Indonesia.

Akibatnya, sebagian besar informasi tentang Indonesia yang diberikan kepada masyarakat Jepang umumnya tentang Jakarta dan Bali. Ada juga orang Jepang yang berpikir Bali tidak di Indonesia. Misalnya, ada buku panduan wisata satu Indonesia, satu Bali. Sedangkan, sebagian besar masyarakat Jepang belum tahu apa-apa tentang Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan daerah-daerah lain.

Belum tahu juga tentang sejarah Indonesia yang mempengaruhi keadaan politik saat ini. Imej tentang agama terutama Islam juga masih minim. Sebagian masyarakat Jepang belum membiasakan pergaulan dengan kaum muslim. Sering takut sama agama Islam karena ada imej kekerasaan dan terorisme.

Mungkin ini karena masyarakat Jepang mendapat informasi tentang Indonesia lewat kacamata orang Jepang, termasuk saya. Saya sendiri sudah hampir 30 tahun bergaul dengan Indonesia, namun belum mengerti betul tentang berbagai hal mengenai Indonesia. Justru, makin bergaul Indonesia, makin sulit memahaminya. Tentu saja, karena saya orang asing di Indonesia, tidak mungkin memahami Indonesia.

Sebaliknya, bagaimana masyarakat Indonesia tentang pemahaman Jepang? Saya sering dengar bahwa orang Jepang berdisiplin, kotanya bersih, dan orangnya ramah. Mungkin ini sudah semacam stereo-tipe. Namun, apakah informasi tentang Jepang di Indoensia sudah cukup? Seperti saya tentang Indonesia, mungkin ada yang sudah lama bergaul dengan masyarakat Jepang, tapi apakah dia bisa menyatakan sudah paham betul tentang Jepang?

Mungkin ada dua kotak. Satu kotak diisi oleh orang Jepang saja. Kotak lain diisi oleh orang Indonesia saja. Antara dua kotak tersebut belum banyak berkomunikasi.

Maka, masyarakat Jepang belum yakin tentang kebenaran informasi tentang Indonesia yang diberikan oleh orang Jepang. Sebaliknya, masyarakat Indonesia belum tentu bisa percaya kebenaran informasi tentang Jepang yang diberikan lewat orang Indonesia.

Solusinya? Campur dua kotak tersebut, dan membuat dua kotak yang baru.

Satu kotak tentang informasi Indonesia yang diberikan oleh orang Jepang dan orang Indonesia, mungkin dengan Bahasa Jepang. Sedangkan, satu kotak lainnya tentang informasi Jepang yang diberikan oleh orang Indonesia dan orang Jepang, mungkin dengan Bahasa Indonesia. Dengan demikian, kebenaran informasinya bisa dicek bersama orang Indonesia dan orang Jepang. Maka, apa boleh buat, keduanya harus berkomunikasi.

Saya ingin membuat dua jenis Media Info tersebut. Yaitu, Media Info tentang Indonesia dengan Bahasa Jepang, dan Media Info tentang Jepang dengan Bahasa Indonesia. Dua-duanya perlu ada keterlibatan antara orang Indonesia dan orang Jepang.

Kita perlu sadar bahwa saya sendiri belum tahu banyak tentang Jepang (dan Indonesia). Teman-teman orang Indonesia juga belu tentu mengerti tentang Indonesia (dan Jepang).

Dengan kesadaran ini, kita perlu berupaya ingin saling memahami untuk hubungan yang kuat dan dalam. Ini akan menjadi fondasi yang kuat antara masyarakat Indonesia dan masyarakat Jepang, yang akan diteruskan kepada generasi penurusnya.

Pasti ada teman-teman Indonesia yang ingin bertanya berbagai hal tentang Jepang kepada masyarakat Jepang, atau yang ingin menyampaikan sesuatu tentang kehidupan daerah di Indoensia kepada masyarakat Jepang.

Teman-teman Jepang juga demikian. Mereka ingin masyarakat Indonesia lebih memahami berbagai hal tentang Jepang.

Jika ada yang ingin ikut serta “proyek” dua Media Info ini, mohon beritahukan kepada saya dengan email (ke matsui@matsui-glocal ) atau dengan inbox FB. Semoga ada teman-teman yang berminat untuk membuat fondasi ini.

Meeting with IKAPEKSI South Sulawesi

After arriving at Makassar at noon in January 13, I met members of IKAPEKSI South Sulawesi. IKAPEKSI is Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia, Indonesian ex-Japan-Trainee Businessmen’s League.

They were ex-Trainee in Japan for three years. Mainly worked in small and medium enterprises in Japan to officially learn know-how and technique/technology to be applied in Indonesia in the future. However, some Japanese companies regarded them as cheap labors because of serious shortage of labors in industrial sector.

Officially, government of Japan does not permit immigrant labors in Japan but in fact those trainee are used to fill the labor shortage.

IKAPEKSI was established spontaneously by ex-trainee themselves without any support of government of Japan and Indonesia. Most of members of IKAPEKSI manage their own companies, work in companies, and start their own small business. The ex-training program has contribute to create new entrepreneurs and skilled labors in Indonesia.

I have been an advisor to IKAPEKSI since 2015. I am happy to meet the South Sulawesi part members this time and want to support them.

Trip to Indonesia and Malaysia (12-18 Jan 2017)

As the first trip to outside Japan in 2017, I will visit Indonesia and Malaysia in 12-18 January 2017.

I plan to arrive at Malaysia in 12 January, and visit Melaka to meet new friends at noon. After that, bound for Kuala Lumpur to have dinner with my friends.

In 13 January, I will fly from Kuala Lumpur to Makassar, Indonesia. I hope I will meet my old friends during my stay in Makassar for four days, 13-16 January.

During my stay in Makassar, I will attend a wedding party of my friends in 14 January.

In 16 January evening, I will fly from Makassar to Kuala Lumpur. After meeting with my friend there in 17 January, I will fly from Kuala Lumpur to Tokyo in 18 January.

I hope this trip will be the start point for me to extend my work horizontally from Indonesia to Malaysia and other countries.

Business Trip to Surabaya (7-11 Dec 2016)

Maybe this is the last business trip to Indonesia from Japan in 2016.

I was suddenly asked to participate a business trip by a researcher of IGES (Institute for Global Environmental Strategies), a semi-government research institute in Japan, to Surabaya when I was in Yogyakarta, Indonesia, for special lecture at Gadjah Mada University (22-24 November 2016).

This time I was asked to join her preliminary survey on sustainable community development in Surabaya, Indonesia. I brought her to meet young activists of C2O library and Ayorek to make a platform for community development in Surabaya, a specialist on environmental issues in Surabaya, and women’s group to promote mangrove conservation and community development.

I hope this field survey would be useful for IGES study in the next stage.

What is my next stage? Please stay tuned in 2017 !

Lecture in Gadjah Mada University, Indonesia

I will stay in Yogyakarta, Indonesia, in 21-25 November 2016.

I will give a public lecture to students of Gadjah Mada University on “Career Development and Corporate Culture of Japanese companies” in 22 November 2016.

In 23-24 November 2016, I will make individual consultations with 9 students of Gadjah Mada University who are interested in Japan and Japanese companies.

The used language is Bahasa Indonesia.

This is a collaboration program between Gadjah Mada University, Indonesia, and Aichi Prefectural University, Japan. I will do this as visiting researcher of Aichi Prefectural University.

After half-day stop at Singapore in 25 November, I will go back to Tokyo in 26 November.

I will stay in the campus of Gadjah Mada University. See you my friends in Yogyakarta and Singapore if possible.

 

1 2